Wisata sumba

Wisata Sumba Jelajahi indahnya pulau bersama kami. Nikmati keindahan alam dengan mengunjungi tempat-tempat yang memberikan pengalaman tak terlupakan untuk anda. Pulau Sumba terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan luas wilayah 10.710 km² dan berbatasan langsung dengan sumbawa sebelah barat laut dan flores timur laut. Akses menuju Pulau juga tidak terlalu sulit, ada 2 bandara yang bisa anda singgahi yaitu bandara Waingapu dan bandara Tambolaka.

Di Pulau Sumba, terdapat empat kabupaten yakni Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Timur. Untuk berkunjung ke Pulau Sumba, bisa menggunakan jalur laut yakni melalui Bali. Sedangkan penerbangan dari Jakarta tidak ada rute langsung, melainkan harus transit. Pilihan transit ada dua, bisa di Denpasar, Bali atau di Kupang, Nusa Tenggara Timur.

Pulau Sumba sudah tidak diragukan lagi menyimpan banyak keindahan alam yang luar biasa. Iklim lokal yang panas dan kering membuat padang savana tumbuh luas bak permadani di sini. Banyak destinasi populer Sumba berlokasi di wilayah Sumba Barat, tapi jangan salah, Sumba Timur juga memiliki banyak destinasi wisata yang tidak kalah menarik lho!

Sulitnya mencari sarana transportasi umum di Sumba Timur membuat banyak destinasi wisata di sini bisa dikatakan masih cukup alami, karena jarang dikunjungi oleh banyak wisatawan. Penasaran destinasi wisata dan pemandangan apa saja yang bisa kamu jelajahi di Sumba Timur? Simak lanjutan ceritanya di bawah ini.

TEMPAT WISATA:

Dari air terjun spektakuler sampai desa-desa kuno, Sumba pasti akan menjadi tujuan yang tidak akan Anda lupakan. Meski perlahan mulai mendapat daya tarik di media sosial, pulau ini masih dianggap sebagai destinasi yang cukup tersembunyi. Jadi jika Anda tertarik melakukan petualangan eksotis, segera kemasi barang-barang dan kami akan tunjukkan ke mana Anda harus pergi!

Berikut ini daftar tempat wisata sumba:

WISATA ALAM

BERKEJARAN DENGAN KUDA SUMBA DI SAVANA

Puru Kambera, lebih dikenal oleh para pelancong sebagai suatu nama dari sebuah pantai yakni Pantai Puru Kambera di Sumba Timur. Terletak sekitar 24 km dari Kota Waingapu, terdapat sebuah padang savana dengan vegetasi khas Sumba lengkap dihiasi dengan sekumpulan kuda di alam liarnya.

Sebenarnya wisata utama di Puru Kambera adalah wisata pantainya yang cukup luas dengan hamparan pasir putihnya yang sangat halus. Jarak dari pantai ke padang savana Puru Kambera adalah sekitar 2-3 km. Namun tak hanya keindahan pantainya saja, padang savana yang berada di tengah perjalanan menuju lokasi pantai juga dapat dijadikan sebagai destinasi wisata alternatif bagi kalian yang hendak mengeksplorasi keindahan alam Sumba Timur.

Savana Puru Kambera kerap dijadikan destinasi utama bagi para pengunjung yang ingin melihat tingkah laku kuda liar Sumba di alam bebas. Gerombolan kuda Sumba akan lebih sering terlihat di saat musim kemarau dibandingkan dengan musim penghujan. Hal tersebut dikarenakan pada musim kemarau, padang savana di Puru Kambera menjadi sangat kering sehingga kuda-kuda liar akan lebih aktif merumput di luar hutan untuk mencari makan. Kuda liar ini sangatlah peka, jadi bagi yang ingin mendekati lebih dekat lagi gerombolan kuda ini haruslah ekstra pelan-pelan agar mereka tidak langsung bergerak menjauh. Siapkan segera kamera Anda untuk mengabadikan momen langka tersebut.

WISATA BUKIT PERSAUDARAAN SUMBA

Merasakan kedamaian dan keindahan alam di pulau sumba dapat anda temukan di atas bukit persaudaraan yang terletak di Waingapu, Sumba Timur. Bukit persaudaraan terletak tidak jauh dari Bandar udara Bandara Mau Hau yang kini sudah berubah nama menjadi Bandar Udara Umbu Mehang Kunda dengan jarak kurnag lebih sekitar 3 km dengan waktu tempuh sekitar 15-20 menit dari pusat Kota Waingapu.

Di sekitar bukit persaudaraan juga sudah dijadikan lokasi peternakan dari puluhan ekor kerbau, kambing, Sapi Ongole, ataupun Kuda Sandel yang pastinya akan membuat pemandangan alam lebih alami dari tempat tempat lainnya. Selain itu pemandangan dari alam pulau sumba dapat anda lihat langsung dari atas bukit persaudaraan sambil menikmati minuman ataupun makanan ringan dan anda juga dapat menunggu momen momen pemandangan sunset dari atas bukit persaudaraan.

FENOMENA SUNSET YANG UNIK DAN ARTISTIK, DI PANTAI WALAKIRI SUMBA TIMUR

Pantai Walakiri adalah salah satu pantai indah di Sumba Timur dengan ciri khas pantai di Sumba yang cenderung tenang, landai dengan hamparan pasir putihnya. Berada tak jauh dari pusat Kota Waingapu yaitu sekitar 24 km dan dapat ditempuh sekitar 30 menit perjalanan, akses menuju Walakiri sangatlah mudah yaitu berada tak jauh dari jalan raya menuju arah Melolo, sebuah kecamatan yang cukup besar di Sumba Timur. Pengunjung dapat menyewa motor/ mobil dari Waingapu untuk menuju ke Walakiri dikarenakan susahnya transportasi umum dalam kota di Sumba.

Meskipun berada di dekat pemukiman warga dan cukup ramai dikunjung oleh para pelancong baik dari dalam kota maupun luar kota, tak ada tarif yang dikenakan oleh warga setempat untuk mengunjungi pantai indah ini. Terlebih lagi setelah Mira Lesmana yang memproduseri film Pendekar Tongkat Emas mempopulerkan pantai ini lewat akun instagramnya, Walakiri pun semakin ramai dikunjungi oleh pengunjung yang penasaran ingin membuktikan sendiri kecantikan Pantai Walakiri. Walakiri memiliki mangrove yang unik dengan hamparan pasir putih dihiasi jajaran pohon kelapa yang memberi keteduhan dan suasana nyaman saat pengunjung berjalan menyusuri pantai. Keunikan lain dari Pantai Walakiri ini adalah terdapatnya 2 jenis tekstur pasir yang berbeda antara pasir di tepi pantai dan pasir di area bekas laut yang surut. Pasir di tepi pantai memiliki tekstur seperti pasir pantai pada umumnya, yaitu butiran-butiran berwarna putih gading, sedangkan pasir di area bekas laut yang surut memiliki tekstur seperti bedak atau semen basah yang kemudian kering dan mengeras. Dan uniknya lagi ada garis batas yang jelas antara kedua jenis pasir tersebut.

MENATAP KESUNYIAN TEBING PANTAI DI WATU PARUNU

Pantai Watu Parunu berada di wilayah Desa Lain Janji, Kecamatan Wulla Waijelu, Kabupaten Sumba Timur. Untuk mencapai pantai ini, para pengunjung harus menempuh perjalanan sejauh 135 kilometer dari pusat Kota Waingapu. Terkesan jauh memang, namun rasa lelah yang dihasilkan dari lamanya perjalanan akan langsung terbayar ketika tiba di pantai tersebut. Hamparan pasir putih di sepanjang bibir pantai serta aksi dari ombak yang beriak kencang menjadi obat penghilang rasa lelah dan bosan.

Tebing batu putih yang berada di ujung timur pantai ini menjadi salah satu ciri khas Pantai Watu Parunu. Tebing ini terbentuk dari susunan beberapa jenis bebatuan. Bentuk tebing yang meliuk-liuk terbentuk karena proses alam, ibarat sebuah lukisan Tuhan yang terukir indah di bagian ujung pantai. Ketika air pantai sedang surut, tebing batu ini dapat dicapai dengan melewati batu berlubang yang berukuran cukup besar.

Nama Watu Parunu sendiri berkaitan dengan fenomena alam batu berlubang yang menjadi kekhasan lain dari pantai ini. Setiap orang yang melewati batu berlubang akan berjalan melintasi batu tersebut dengan menunduk, sehingga warga sekitar memberi nama pantai ini dengan Watu Parunu. Yang mana, Watu dalam bahasa setempat berarti batu dan Parunu yang mempunyai arti harfiah berjalan menunduk.

WISATA DANAU WEEKURI SUMBA

Terletak di Desa Kalenarogo, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Danau Weekuri mulai ramai dikunjungi oleh para wisatawan belakangan ini. Danau Weekuri yang berwarna hijau kebiru-biruan ini merupakan danau yang sangatlah unik jika dibandingkan dengan danau-danau pada umumnya di Indonesia karena kandungan airnya yang asin dan payau. Kenapa asin? Karena sebenarnya danau ini adalah sebuah laguna yang terbentuk dari air lautan lepas yang berada di kisaran danau. Air tersebut masuk dari celah-celah bebatuan yang berada di gugusan karang sekitaran danau.

Selain sifat air payau yang dibawa dari laut, uniknya lagi di danau ini terdapat beberapa titik sumber mata air yang membuat gradasi warna air di danau ini bervariatif, yaitu ada yang berwarna biru cerah, biru sedikit kehijau-hijauan bahkan ada yang rasanya hangat dan ada yang dingin. Keunikannya sangat jarang ditemukan pada danau-danau lainnya di Indonesia! Danau Weekuri memiliki air yang sangatlah jernih dengan kedalaman air yang tak cukup dalam, sehingga sangat cocok digunakan oleh pengunjung untuk sekedar bermain air dan berenang. Tersembunyi di balik pepohonan rimbun dan semak belukar serta jauh dari keramaian kota, suasana di sekitar danau terasa masih sangat asri.

WISATA AIR TERJUN TANGGEDU

Objek wisata tersembunyi di hutan Sumba Barat ini mungkin cukup sulit untuk dijangkau, karena ada beberapa tebing karang yang perlu dilalui dengan rute naik turun serta berliku, namun setibanya di lokasi wisata semua jerih payah anda akan terbayar lunas. Suasananya yang eksotis membuat kita enggan beranjak dari lokasi wisata.

Aliran air terjun yang mengalir deras dengan debit air yang cukup besar langsung jatuh ke kolam kecil yang ada dibawahnya membuat kita ingin segera basah – basahan sembari melepas penat. Airnya sangat jernih dan segar cocok untuk kita mandi atau berenang.

WISATA AIR TERJUN WAIMARANG

Saat berkunjung ke lokasi pasti kamu akan takjub dengan kolam air terjunnya yang spektakuler dan sering disebut sebagai kolam Zamrud tersembunyi. Air terjun ini mengalir diantara dinding batu ke sebuah kolam cantik yang membuat siapa saja ingin segera bermain air.

Dinding batu yang menjulang tinggi mengelilingi tempat ini membuat kita seolah sedang berenang di dalam goa. Pohon – pohon yang menjulang tinggi di bagian atasnya membuat pemandangan terlihat semakin cantik dan terasa begitu alami.

Meski lokasinya cukup tersembunyi dan sulit ditemukan namun keindahannya membuat kita betah berlama – lama, terutama yang ingin mencari ketenangan hati serta pikiran. Untuk menemukan lokasi air terjun ini kamu bisa meminta bantuan pemandu wisata dari warga setempat.

WISATA SENI BUDAYA

SENSASI MAGIS KUBURAN BATU DI DESA ADAT RATENGGARO

Sumba Barat Daya yang memiliki Pasola sebagai ikon budayanya, ternyata juga memiliki sebuah desa adat dengan ciri khas jajaran rumah adatnya yang menarik untuk disambangi. Terletak di wilayah Desa Umbu Ngedo, Kecamatan Kodi Bangedo berjarak kurang lebih 40km dari Tambolaka, belum tersedia akomodasi umum yang dapat digunakan pengunjung untuk mencapai ke desa ini sehingga pengunjung harus menyewa kendaraan atau jasa travel dari Tambolaka yang berjarak sekitar 56 km ke lokasi Desa Ratenggaro. Akses jalanan dari Tambolaka menuju Ratenggaro dapat ditempuh dalam waktu 1,5 hingga 2 jam dengan kondisi jalan beraspal yang terpelihara baik.

Memasuki kawasan Desa Adat Ratenggaro membuat para pengunjungnya serasa kembali ke jaman megalithikum sekitar 4.500 tahu yang lalu di mana masih terdapat kuburan batu tua di sekitar perkampungan. Ratenggaro sendiri memiliki arti yaitu ‘Rate’ yang berarti kuburan, sedangkan ‘Garo’ yang artinya orang-orang Garo. Jadi konon katanya dahulu kala ketika masih terjadi perang antar suku, suku dari orang yang sekarang menjadi penghuni desa ini berhasil merebut wilayah desa orang-orang Garo. Pada zaman itu, suku yang kalah perang akan dibunuh dan dikubur di tempat itu juga.

Terdapat 304 buah kubur batu dan 3 di antaranya berbentuk unik dan terletak di pinggiran laut. Ukuran dan pahatan pada tiap kubur batu semakin menambah kesan magis dan mendalam pada peninggalan leluhur. Bentuknya yang menyerupai meja datar dan berukuran besar terlihat sangat kokoh meskipun setiap harinya selalu terkena hantaman angin kencang dari arah laut yang terletak di belakang kampung. Selain batu kubur leluhur atau raja, terdapat pula batu kubur warga Rotenggaro lainnya dengan ukuran yang lebih kecil.

WISATA KAMPUNG ADAT PRAIYAWANG SUMBA

Sebagian besar masyarakat sumba memang masih memegang erat adat dan budayanya sehingga tidak heran jika anda berkunjung ke pulau sumba, anda akan melihat banyak sekali bangunan bangunan dengan bentuk yang unik tampak seperti bangunan pada masa megalitikum yang terbuat dari bahan bahan alam yang alami seperti batu dan kayu yang dimana rumah rumah tersebut merupakan rumah adat dari masyarakat sumba.

Jika anda berkunjung ke Kampung Adat Praiyawang anda akan melihat kepala dan tanduk kerbau di bawah pintu yang dimana rumah rumah tersebut memiliki fungsi yang berbeda beda seperti Rumah Besar atau Uma Bakulu yang difungsikan sebagai tempat untuk ritual khusus kematian para raja sedangkan untuk Uma Ndewa digunakan untuk ritual mencukur anak raja yang baru saja lahir sementara Uma Kopi sebagai rumah kopi.

Masyarakat dari Kampung Adat Praiyawang masih menyimpan barang barang bersejarah peninggalan dari nenek moyang yang berupa gong, drum dan pakaian tradisional yang memiliki usia hingga ratusan tahun namun masih dijaga dengan sangat baik.

KAMPUNG ADAT TARUNG

Kampung Tarung merupakan salah satu destinasi yang selalu masuk dalam daftar penjelajahan tempat wisata Sumba yang menarik. Cukup beberapa menit saja dari pusat kota, pengunjung sudah bisa melihat wajah asli budaya Sumba yang begitu murni.

Kampung ini bukan sekadar kampung biasa, melainkan juga berfungsi sebagai institusi sosial dan keagamaan (Marapu). Inilah salah satu potret terbaik menyentuh langsung agama Marapu di Sumba, bersama tradisinya yang tidak banyak berubah sejak masa lampau.

Ada tiga bagian utama rumah adat di tempat wisata sumba ini. Pertama, bagian atap rumah (toko uma) berbentuk kerucut seperti menara biasa digunakan untuk menyimpan benda-benda pusaka. Terkadang pula di sana digunakan untuk menyimpan hasil panen.

WISATA KAMPUNG ADAT PRAIGOLI

Objek wisata ini sangat menarik untuk dikunjungi karena cukup unik karena memiliki kuburan Megalitik yang tentu saja jarang dimiliki kawasan lain.

Makam tersebut oleh warga sekitar disebut sebagai Lakara kajiwa yang awalnya memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan benda pusaka serta persenjataan.

Karena satu dan lain hal Lakara Jiwa akhirnya beralih fungsi menjadi tempat persemayaman warga yang sudah meninggal atau makam. Penduduk di desa ini selalu hidup dengan damai

SITUS BUDAYA LAMBANAPU

Situs Budaya Lambanapu berada di Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur. Lokasi situs itu berjarak sekitar 10 meter dari Kota Waingapu, ibu kota Kabupaten Sumba Timur. Situs ini berada di antara permukiman warga setempat.

Sejak tahun 2016 lalu, para arkeolog dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional melakukan penggalian pada sebuah situs purba diperkirakan berusia 2.000 sampai 3.000 tahun. Selama penelitian di situs tersebut, beragam hal ditemukan. Satu di antaranya, analisis tentang temuan di situs Lambanapu tersebut adalah tentang jejak leluhur orang Indonesia khususnya Sumba.

Dalam situs itu, terdapat beberapa kotak yang berisi kerangka manusia, hewan, tempayan kubur atau wadah jenazah yang terbuat dari tanah liat, mangkok dari perunggu yang menjadi wadah kubur, manik-manik dan muti.